• Beranda
    • Tugas
      • Bahasa Pemrograman 1
        • Tugas 1
          • Tugas 1_1
          • Tugas 1_2
          • Tugas 1_3
          • Tugas 1_4
          • Tugas 1_5
          • Tugas 1_6
        • Tugas 2
      • Contoh Sub Menu 2
      • Contoh Sub Menu 3
    -->

    MEMBACA ADALAH JEMBATAN ILMU

    Rabu, 08 November 2017

    • Indonesia Bangun Teleskop Terbesar Se-Asia Tenggara

    VIVA – Observatorium Nasional kawasan Pegunungan Timau di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur akan dimulai pembangunnya pada pertengahan 2018. Targetnya, observatorium nasional atau Obnas itu sudah difungsikan pada 2020.
    Obnas di Kupang dibangun atas kerja sama Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN) dengan Universitas Nusa Cendana (Undana), Institut Teknologi Bandung (ITB), Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pemkab Kupang.
    Selain untuk pengamatan, riset dan kawasan wisata, ada yang unik dari observatorium yang akan menggantikan Observatorium Bosscha, Bandung itu. Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin menyampaikan, di kawasan Obnas di NTT itu akan dibuat sistem teleskop optik yang diklaim terbesar se-Asia Tenggara.
    "Teleskop ini memiliki diameter 3,8 meter, menjadi teleskop terbesar se-Asia Tenggara," ujar Thomas ditemui ditemui di Gedung LAPAN, Pasar Rebo, Jakarta, Rabu, 8 November 2017.
    Selain pengamatan dengan teleskop optik, Thomas menyebutkan, pengamatan di Obnas nantinya juga dilakukan dengan teleskop yang sedang menjadi tren, yakni teleskop inframerah. Observatorium juga menyediakan teleskop radio.
    Untuk aktivitas pengamatan di observatorium ini, di antaranya pengamatan medan magnet Bumi, astrofisika atau pengamatan astronomi terkait pemahaman alam semesta secara umum, tren baru ekstra solar planet, pengamatan planet Tata Surya, kemudian objek-objek Tata Surya.
    Thomas menyatakan, alasan kawasan pegunungan Timau dipilih karena musim keringnya paling panjang dibanding wilayah lain.
    "Bisa untuk pengamatan astronomi, jauh dari perkotaan sehingga polusi cahaya sangat minim di sana," kata Thomas.
    Pembangunan observatorium yang menelan biaya Rp350 miliar itu akan dibangun di luas area sebesar 30,25 hektare serta 5 hektare untuk pusat sains.
    di November 08, 2017
    Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
    Label: Berita Teknologi

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
    Langganan: Posting Komentar (Atom)

    Tugas Pengolahan Citra

    TUGAS PENGOLAHAN CITRA 1.        UNTUK MENAMPILKAN IMAGE function pushbutton1_Callback(hObject, eventdata, handles) [name_file1...

    • Tugas Pengolahan Citra
      TUGAS PENGOLAHAN CITRA 1.        UNTUK MENAMPILKAN IMAGE function pushbutton1_Callback(hObject, eventdata, handles) [name_file1...
    • (tanpa judul)
      Apple Dituduh Mencuri Teknologi Kamera Ganda   KOMPAS.com - Apple kembali didera gugatan hukum. Kali ini giliran sebuah perusahaa...
    • (tanpa judul)
           YUDISIUM S1 & D3 PERIODE I TAHUN 2017 STMIK PRINGSEWU – Selasa (22/8) telah dilaksanakan acara Yudisium/Pelepasan ...

    Cari Blog Ini

    • Beranda

    Mengenai Saya

    Foto saya
    ASIFATKHU ROHMAH
    Lihat profil lengkapku

    Laporkan Penyalahgunaan

    Arsip Blog

    • ►  2020 (1)
      • ►  Maret (1)
    • ▼  2017 (33)
      • ►  Desember (1)
      • ▼  November (32)
        • TUGAS 2
        • <!--[if gte mso 9]> Normal 0 f...
        • Masa "Gratis" Windows 10 Tak Lama Lagi  Tawara...
        • Apple Dituduh Mencuri Teknologi Kamera Ganda  ...
        • Indonesia Bangun Teleskop Terbesar Se-Asia Teng...
        • Mozilla Luncurkan Browser Firefox Khusus Indonesi...
        • Performa Layar iPhone X Ungguli Galaxy Note 8 KO...
        • Kominfo Uji Coba Mesin Sensor Internet Rp 194 Mil...
        • Kominfo Uji Coba Mesin Sensor Internet Rp 194 Mil...
        • Registrasi SIM Card Diprotes Pemilik Konter, Pe...
        • Xiaomi Resmi Masuk Pasar Eropa dengan Mi A1 dan M...
        • Nasib WhatsApp di Indonesia Diputuskan Hari Ini? ...
        • PENERIMAAN MAHASISWA BARU STMIK PRINGSEWU – ...
        • PELATIHAN TPA – TOEFL STMIK PRINGSEWU – Se...
        • DEBAT TERBUKA CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN M...
        • SEMINAR HAKI (HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL) S...
        • MAHASISWA STMIK PRINGSEWU GELAR BUTARSABU 1438 H ...
        • STMIK PRINGSEWU DAN PEMDA PRING...
        • BUPATI LEPAS MAHASISWA STMIK & STIT PRINGSEWU ...
        • PERKENALAN DENGAN APARATUR DAN MASYARAKAT PEKON S...
        • STMIK PRINGSEWU GELAR POSDIKTI 2017 GELOMBANG 1 ...
        • STMIK PRINGSEWU GELAR PERLOMBAAN HUT RI KE-72 ...
        •      YUDISIUM S1 & D3 PERIODE I TAHUN 2017 ...
        • STMIK PRINGSEWU GELAR PEMOTONGAN HEWAN QURBAN ...
        • MAHASISWA STMIK PRINGSEWU BERTOLAK KE JOGJA – BAN...
        • MAHASISWA STMIK PRINGSEWU SAMBANGI SKH KEDAULATA...
        • MAHASISWA STMIK PRINGSEWU SAMBANGI PT PRIMARINDO...
        • STMIK PRINGSEWU – RESIMEN MAHASISWA GELAR SEMINAR...
        • STMIK PRINGSEWU – PELATIHAN TABLE MANNER ...
        • WISUDA BERSAMA STMIK & STIT PRINGSEWU 2017 Aha...
        • STMIK PRINGSEWU GELARA UPACARA HARI SUMPAH PEMUDA...
        • Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer ...
    Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.